Maka cara menentukannya yaitu. 2 4 x 3 x 11 = 2 x 2 x 2 x 2 x 3 x 11 = 528. Maka KPK dari 48 dan 66 adalah 528. Sedangkan untuk menentukan FPB, kita langsung bisa tentukan dengan cara melihat angka yang sama dengan pangkat terkecil dari kedua bilangan, yaitu 2 dan 3. 2 x 3 = 6. Jadi, FPB dari 48 dan 66 adalah 6. Tambahkan angka tersebut (6) ke dalam jawaban di atas bilangan yang dibagi, di belakang titik desimal. Kemudian kalikan 6 dengan 6 dan kurangkan hasilnya dari 40. Kamu akan mendapatkan angka 4 lagi. Bulatkan. Dalam beberapa soal, kamu akan menemukan bahwa hasil angka desimal dari pembagian akan berulang dan berulang kembali. Bilangan prima, yaitu 2, 3, 5, 7, …. B. Operasi Hitung pada Bilangan Bulat. Operasi yang dipakai dalam hitungan bilangan bulat ini yaitu: penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. 1. Penjumlahan dan Pengurangan. a-b=a+ (-b) contoh: 2-3=2+ (-3) a- (-b)=a+b. contoh: 4- (-5)=4+5. yang terdiri dari bilangan real, yakni 1, dan bilangan imajiner, yakni j2 2. Semua bilangan yang mencakup bilangan real, imajiner, dan kombinasi keduanya disebut bilangan kompleks. LATIHAN 2.1 Tentukan nilai x dari persamaan berikut. 1. x 16 2. x 2 8 3. x2 4 0 1 Untuk n = bilangan bulat positif, tentukan nilai dari 4. j4n 5. j4n Operasi Hitung Bilangan Bulat. Operasi hitung sederhana dalam biilangan bulat di antaranya ialah pengurangan, penjumlahan, pembagian, dan perkalian. Sifat Dan Contoh Bilangan Bulat. Bilangan bulaat bisa ditulis dalam garis bilangaan sebagai berikut: Perpangkatan Bilangan Bulat. Secara umum, perkalian sembarang bilangan bulat a sebanyak n kali atau n faktor, yaitu: a × a × a × … × a atau jika ditulis menjadi a n. Keterangan: a = disebut sebagai bilangan pokok atau bilangan dasar n = disebut sebagai pangkat atau eksponen an = disebut sebagai bilangan berpangkat (dibaca a pangkat n) Sifat-3 .

menentukan hasil pembagian bilangan bulat