Olehsebab itu, selama masa penantian, jalanilah ikhtiar dan usaha memantaskan diri dengan cara yang benar. Jagalah dirimu dari hal-hal yang tidak baik dan maksiat, agar jodohmu pun terjaga untukmu. Selain itu, tingkatkan kualitas diri agar kamu benar-benar pantas dan siap saat dipertemukan dengannya kelak. Rasulullahbersabda, "Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepengurusannya" (HR.Muslim). Sungguh mulianya wanita. Tak perlu ide kesetaraan gender, tak perlu menuntut emansipasi. Allah muliakan wanita sesuai fitrahnya. Terlepasdari hal itu, dalam agama Islam, pernikahan merupakan suatu perkara yang dianjurkan, bahkan merupakan separuh ibadah. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: ADVERTISEMENT. "Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya 5 Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT. Seperti yang dijelaskan pada surah Ali 'imron 3:31 Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengikuti jejak beliau agar mendapat cinta dari Allah SWT dan mendapat ampunan atas segala dosa. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, salah satu jejak nabi adalah menikah. BacaJuga. Allah dengan tegas menjanjikan kemenangan kepada para Nabi dan Rasulnya. " Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Tobat " (QS An Nashr : 1-3). Tujuanpernikahan dalam Islam adalah untuk memenuhi tuntutan naluriah hidup manusia, berhubungan antara laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan keluarga sesuai ajaran Allah dan .

cara memantaskan diri untuk menikah dalam islam