Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai sosial yang ada pada novel Kata karya Rintik Sedu, hubungan antara nilai sosial dengan kondisi masyarakat dalam novel Kata karya Rintik Sedu, dan relevansi hasil penelitian tentang nilai sosial dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XII. Peserta didik diharapkan dapat meningkatkan wawasan mengenai kajian Penokohandalam Novel Kata by Rintik Sedu. 1. Binta. Binta Dineschara Pranadipta, dalam novel Kata by Rintik Sedu Ia digambarkan memiliki paras cantik juga menggemaskan. Sayang, Binta sangat menutup diri terhadap orang sekitarnya. Pikiran Binta terjebak dalam trauma masa lalu yang terlalu menyakitkan bagi dirinya. 2. Sebelumkita masuk ke resensi karya nya yang berjudul kata, kita simak dahulu sedikit tentang profil Apabilasuka membaca novel ada judul yang sangat direkomendasikan. Judul novel tersebut adalah Kata Rintik Sedu. Novel ini ditulis oleh Nadhifa Allya Tsana pada tahun 2018. Novel ini cocok dijadikan bacaan karena isinya sangat ringan. Jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai novel ini, simak sinopsis novel Kata Rintik Sedu di bawah ini. adalahnovel berjudul KATA karya Rintik Sedu. Rintik Sedu itu sendiri merupakan nama pena dari Nadhifa Allya Tsana atau yang lebih dikenal dengan nama Ntsana. Ntsana merupakan salah satu penulis terkenal saat ini. Pertahun 2020 saja, ia telah menulis sebanyak sepuluh buku sejak tahun 2017. Banyakhal yang harus Binta, Nugraha dan Biru selesaikan di sini. Binta dengan dunia gelap dan sendirinya. Biru dengan petualangan hidupnya. Nugraha dengan kesabaran dan pengorbanannya. Kisah remaja yang dibalut dengan sangat apik oleh Rintik Sedu menurut saya. Sekian resensi novel "Kata" dari saya. Salam hangat Author. . Posted by on September 15, 2019 in Assalamualaikum, Hi, setelah vakum selama dua tahun, kali ini Author ingin mengaktifkan lagi blog yang sudah penuh sawang, debu, kenangan, dan lain-lainnya ini. Di sini Author ingin mengucapkan permohonan maaf terlebih dahulu karena menghilang dari peredaran lebih dari 2 tahun hehehe... Ok, tanpa berpanjang lebar lagi, Author ingin menulis resensi novel yang berjudul...... “Kata” karya dari Rintik Sedu atau yang sering disapa Paus oleh pembaca karyanya. Sinopsis Nugraha Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini di luar kendaliku. Biru Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu. Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa, lewat sebuah ciuman perpisahan. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangimu lebih baik dariku. Binta Cinta pertama seorang perempuan yang didapat dari laki-laki adalah dari ayahnya. Dan cinta pertama itu, telah mematahkan hatiku. Ayahku sendiri membuatku berhenti percaya dengan yang namanya cinta. Nugraha, Biru, dan Binta saling membelakangi dan saling pergi. Mereka butuh kata-kata untuk menjelaskan perasaan. Mereka harus bicara dan berhenti menyembunyikan kata hati serta mencari jawaban dari sebuah perasaan. Buku ini ditulis dengan judul “Kata tentang senja yang kehilangan langitnya” ditulis oleh Rintik Sedu memiliki 396 halaman dengan harga yang diterbitkan oleh Gagas Media pada tahun 2018. Saya mengetahui mengenai novel ini secara tidak sengaja saat saya bermain ke Gramedia. Saat melihat cover dari novel ini saja sudah sangat menarik. Novel yang dibalut dengan siluet dua orang yang sedang memandang senja. Cerita di dalamnya sudah pasti mengisahkan Binta, Nugraha dan Biru seperti yang tertulis di cover belakang buku ini. Binta, seorang mahasiswa yang brkuliah di jurusan komunikasi hidup dengan Mamanya yang mengidap Skizofrenia. Binta lebih suka menyendiri dan membuat dunianya sendiri. Binta tidak memiliki teman, hanya ada Cahyo sahabat Binta. Binta menyukai dunianya. Gelap, sepi, sendiri. Hingga suatu hari datang Nug atau Nugraha yang mengusik dunia Binta. Nug merupakan teman dari Cahyo. Di sini Nug digambarkan sebagai laki-laki yang begitu sabar menghadapi sikap Binta yang super cuek. Sikap cuek Binta ini sebenarnya ada masa lalu yang melatarbelakanginya. Biru. Sosok laki-laki di masa lalunya. Banyak hal yang harus Binta, Nugraha dan Biru selesaikan di sini. Binta dengan dunia gelap dan sendirinya. Biru dengan petualangan hidupnya. Nugraha dengan kesabaran dan pengorbanannya. Kisah remaja yang dibalut dengan sangat apik oleh Rintik Sedu menurut saya. Sekian resensi novel “Kata” dari saya. Salam hangat Author. Wassalamualaikum.... Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Judul buku KataPenulis Rintik SeduPenerbit Gagas Media Halaman Buku 396 Halaman Tahun Terbit 2018Harga Buku Senja Yang Kehilangan LangitnyaNovel berjudul Kata ini ditulis oleh Rintik Sedu yang lahir bernama Nadhifa Allya Tsana, ia merupakan penulis terkenal di Indonesia. Dalam karirnya, Rintik sedu telah menulis 10 buku dan dikenal aktif melakukan podcast di spotify. Nama rintik sedu sendiri awalnya bukanlah untuk nama samaran atau pena belaka tetapi untuk menyembunyikan identitasnya. -Nugraha-Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini diluar kendaliku-Biru- 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Identitas buku Judul Buku KataPenulis Nadhifa Allya Tsana Rintik SeduTahun Terbit 2018 Cetakan PertamaPenerbit Gagas MediaJumlah 389 HalamanISBN 978-979-780-932-4Sinopsis Seorang gadis bernama Binta Dineskara, yang hidup bersama seorang ibunya yang mengidap penyakit skizofrenia, setelah di tinggalkan oleh suaminya yang entah pergi kemana dan tak pernah kembali lagi ke Binta dipenuhi masalah yang ia sendiri pun bingung harus bagaimana lagi menyikapinya, dan dengan segala masalahnya, Binta tumbuh menjadi gadis misterius, ia tak pernah mau bersosialisi dengan orang lain kecuali Ibunya, pembantunya, dan sahabatnya bernama Cahyo, walapun memang ia adalah mahasiswi ilmu ia masuk jururusan tersebut pun karna ke ingun seseorang yang begitu amat berharga bagia nya, yaitu Biru, sahabat nya sedari kecil yang kini pergi entah kemana ,tak pernah ia temui lagi, namun bayang-bayang Biru tak pernah hilang dari ingatannya,Biru tetap lah Biru yang ia rindukan, yang ingin sekali ia temui suatu saat ketika Datang lah seorang pria bernama Nugraha dalam kehidupan Binta, nugraha yang menyukai Binta namun Binta merasa risi dengan kedatangan Nug, ia meresa Nugraha terlalu berlebihan terhadapnya, meski memang Nugraha sangat baik sekali bahkan ia baik kepada ibunya Binta, ia rela mengunjungi rumah Binta untuk sekedar melihat kondisi ibunya, memanggil tukang untuk membereskan koloma ikan setiap minggu nya. Suatu hari cahyo, sahabatnya binta satu satunya di kampus, memberikan sebuah tiket untuk binta, agar pergi berlibur,binta mengiyakan saran Cahyo..Binta bergegas sampai tujuan, Binta bertemu dengan orang yang tak ia sangka, yaitu Biru,yaa Sebelumnya Cahyo sudah mengenal Biru, Liburan nya ia habiskan bersama biru hingga saat nya pulang tiba, Mau tak mau binta harus balik lagi dan kembali hidupnya di ganggu oleh seorang Nugraha, namuun dengan segala perhatian nugraha hati Binta mulai luluh ia perlahan menghapus bayang-bayang Biru dan mulai menaruh hatinya pada buku kata Buku nya membuat si pembaca menjadi terus menrus penasarn dengan isi cerita nya, hingga tak ingin berhenti membuka halaman per halaman yang ada dalam buku kata ini. Kekurangan Kata-kata nya terlalu berbelit, hingga harus berpikir aga lama untuk mencerna kata-kata yang digunakan. Sinopsis novel Kata Rintik Sedu menceritakan kisah percintaan tokoh Binta yang mempunyai masa lalu belum usai. Kini, ia dihadirkan dengan cinta yang baru. Tetapi, ternyata hal tersebut membuatnya menjadi merasa semakin bimbang. Lalu, bagaimanakah kisah percintaan Binta? akankah ia memilih lelaki yang sekarang ada untuknya atau tetap bertahan memikirkan masa lalunya? ikuti cerita lengkapnya dalam artikel di bawah ini. Identitas Novel Kata Rintik Sedu Judul NovelKataPenulisNadhifa Allya Tsana Rintik SeduJumlah halaman404 halamanUkuran buku14 x 20 CMPenerbitGagas MediaKategoriRomanTahun Terbit2018Harga novelRp. Sinopsis Novel Kata Rintik Sedu Karya Nadhifa Allya Tsana Novel Kata karya Ritik Sedu menceritkan tentang tokoh Binta yang hidupnya penuh dengan kebimbangan. Ia terjebak dalam kehidupan masa lalu yang masih belum selesai. Tetapi, cinta baru sudah siap datang menghampirinya untuk melangkah maju ke depan. Tokoh Binta diceritakan dalam novel sebagai seorang gadis yang cantik nan menggemaskan. Tetapi, ia hidup dalam ruang lingkup yang sangat rapuh. Ayahnya Binta entah pergi entah kemana, sedangkan Ibu Binta mengidap sakit jiwa, Skizofrenia. Hal tersebut selalu membuat Binta dirundung masalah yang bertubi-tubi. Binta juga tumbuh dewasa menjadi orang skeptis, Ia mendapati hidupnya yang semakin berantakan. Binta menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi, di kampus ia dikenal sebagai perempuan yang malas bergaul dan jutek. Kegiatan Binta di kampusnya, hanya masuk ke kelas kemudian kuliah langsung pulang. Terdapat tokoh Cahyo yang sudah lama mengenal Binta. Ia sudah membutuhkan waktu lama untuk dapat dekat dengan Binta. Tetapi, Cahyo sudah tahu betul mengenai masalah yang dialami oleh tokoh Binta. Bahkan, sejak dahulu Cahyo sudah akrab dengan ibunya Binta. Tentu saja, Binta tidak begitu menikmati masa kualiahnya. Bahkan, ia kerap dikeluarkan oleh dosen dari kelasnya. Tetapi, beruntunglah BInta mempunyai Cahyo yang selalu ada di saat BInta merasa bosan dan jenuh. Cahyo mempunyai sifat yang sangat sabar untuk menghadapi tokoh Binta yang keras kepala. Suatu waktu, terdapat seorang pria yang merupakan senior Cahyo yang bernama Nugraha, ia begitu tertarik dengan tokoh Binta. Nugraha merupakan mahasiswa Jurusan Arsitek yang cukup tampan, ia juga digandrungi oleh para mahasiswi. Dari sekian banyaknya wanita, Nughraha justru tertarik dengan Binta. Tetapi, Binta memang bersikap cuek dan jutek kepada Nugraha. Tetapi, hal tersebut tidak membuat Nugraha menjadi kesal, bahkan ia semakin semangat untuk mendekati Binta. Binta mempunyai rasa trauma dengan masa lalunya yaitu hubungannya dengan kekasihnya yang bernama Biru. Kekasihnya memang selalu memperlakukan Binta dengan istimewa. Tetapi, lama-kelamaan justru Biru malah meninggalkan Binta tanpa kejelasan. Baca juga Sinopsis Novel Kita Pergi Hari Ini Biru merupakan pemuda yang berpetualangan, Binta merasa hidupnya menjadi lebih berwarna dengan kehadiran Biru. Dulu, Biru memang seringkali mengoceh bahwa dirinya akan menghilang dari Bumi kemudian suatu saat akan bertemu lagi dengan Binta. Hari demi hari berganti, akhirnya usaha Nug menuaikan hasil. Binta sudah mulai menyukainya, bahkan ibu Binta juga dekat dengan Nug. Perlahan Binta melupakan Biru. Suatu waktu, Cahyo memberikan hadiah kepada Binta berupa tiket masuk konser Banda Neira. Saat merasa bosan, ia pergi ke konser tersebut sendirian. Saat datang ke konser tersebut, ternyata sudah ada yang menunggu Binta yaitu Biru. Saat itu, Binta langsung memeluk Biru dengan erat. Hal ini telah direncanakan oleh Biru. Dengan kedatangan Biru kembali di hidupnya, hati Binta berubah menjadi kalut dan remuk. Unsur Intrinsik Novel Kata Rintik Sedu Adapun unsur intrinsik novel Kata Rintik Sedu yang membuat cerita semakin menarik, berikut ini ulasannya. 1. Tema Tema dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu Kebimbangan Cinta. Diceritakan dalam novel tokoh Binta merasa bimbang untuk memilih cinta di masa lalu atau cinta di masa sekarang. 2. Tokoh Tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel Kata Rintik Sedu, yaitu Binta,Biru,Nughraha,Ibu Binta, danCahyo. 3. Latar Tempat Latar tempat dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu di Kampus, rumah Binta, di pinggir jalan, di Cafe, dan di tempat konser Banda Neira. 4. Latar Waktu Latar waktu dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu saat pagi hari, siang hari, dan malam hari. 5. Alur Alur dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu menggunakan alur campuran yaitu alur maju dan alur mundur. 6. Sudut Pandang Sudut pandang dalam novel Kata Rintik Sedu menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama-nama tokohnya. Baca juga Sinopsis Novel Bibi Gill Tere Liye 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu menggunakan bahasa sehari-hari sehingga cukup ringan dan mudah untuk dipahami. 8. Amanat Amanat dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu kita harus mempunyai sikap konsisten atas keputusan yang diambil, apapun resikonya. Unsur Ekstrinsik Novel Kata Rintik Sedu Adapun unsur ekstrinsik novel Kata Rintik Sedu yang membangun cerita dengan lebih menarik, berikut ulasannya. 1. Biografi Pengarang Tsana Rintik Sedu mempunyai nama lengkap Nadhifa Allya Tsana yang merupakan perempuan cantik dari Jakarta. Bukan hanya berstatus sebagai penulis, ia juga seorang penyiar radio. Seorang penulis perempuan ini seringkali menuliskan isi hatinya kemudian dijadikan sebagai sebuah podcast di radio. Nama penanya Rintik Sedu, ia jadikan sebagai nama identitas untuk menyembunyikannya dari teman-temannya. Tak heran, kisah cinta yang disajikan dalam novel Kata cukup membuat para pembacanya merasa baper. 2. Psikologi Pengarang Psikologi pengarang novel Kata yang masih remaja tentu saja ia mampu menciptakan tokoh-tokoh dalam novel yang masih remaja dengan problematika percintaan. 3. Nilai Moral Nilai moral yang terdapat dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu meskipun ibunya Binta seorang yang menderita sakit jiwa, tetapi banyak teman Binta yang tidak mengejeknya ataupun menjauhinya karena hal tersebut. 4. Nilai Pendidikan Nilai pendidikan dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu menempuh pendidikan di perguruan tinggi, bukanlah hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Tetapi, jadilah mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Kelebihan Novel Kata Rintik Sedu Kelebihan novel Kata Rintik Sedu yaitu terlihat dari penggunaan bahasanya yang mudah dimengerti sehingga alur cerita dalam novel juga setiap bagiannya dapat mudah dipahami oleh pembaca. Konflik ceritanya sangat bagus, ketika tokoh Biru tiba-tiba muncul kembali. Tentu, hal tersebut sangat membuat pembaca merasa penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Kekurangan Novel Kata Rintik Sedu Kekurangan novel Kata Rintik Sedu yaitu terdapat beberapa tokoh pendamping yang diceritakan cukup singkat sehingga karakternya kurang diketahui secara jelas. Baca juga Novel Cerita-Cerita Bahagia Hampir Seluruhnya Pesan Moral Novel Kata Rintik Sedu Pesan moral dalam novel Kata Rintik Sedu yaitu sebaiknya kita segera mengambil keputusan akan suatu hal agar tidak terombang-ambing dalam kehidupan masa lalu dan masa sekarang. Komitmen dengan apa yang sudah kamu tentukan itu penting, jadi jangan berada terlalu lama dalam zona kebimbangan. REVIEW NOVEL KATARintik SeduNovel KataJudul KATAPenulis Rintik SeduPenerbit GagasmediaTahun terbit 2018Jumlah halaman 389 halamanISBN 978-979-780-932-4Harga P. Jawa Biru, dan Binta saling membelakangi dan saling pergi. Mereka butuh kata-kata untuk menjelaskan perasaan. Mereka harus bicara dan berhenti menyembunyikan kata hati serta mencari jawaban dari sebuah TO REVIEWIsiNovel romance ini berhasil menarik perhatianku. Bukan dari segi blurb bagian belakang buku, atau segi cover dan judul buku. Meskipun, aku suka banget dengan cover novel kata yang versi ini. Tapi, dari sosial media si penulis, yang suka membagikan hal-hal menarik. Bagaimana bisa, ada seorang penulis, yang sama para pembaca nya tuh kayak temen bahkan kayak keluarga sih menurutku. Lucu, ngeselin, dan dari situ aku yakin, karya yang ia buat tak pernah main-main. Makanya, aku memberanikan baca novel ini. Fyi, aku sedang mengurangi buku genre romance sebenarnya, tapi entah kenapa kalau yang nulis, Ntsana, gapapa baca aja. Aku kuatNovel ini mengisahkan seorang perempuan, Binta namanya. Mahasiswa Fakultas Komunikasi. Bertemu dengan seorang mahasiswa Fakultas Arsitektur, Nugraha namanya. Cahyo, satu-satunya teman Binta di kampus, yang mempertemukan mereka berdua. Ketertarikan Nugraha kepada Binta. Membuat mereka akhirnya dekat. Hanya Nugraha yang menginginkan kedekatan itu, tidak dengan Binta."Nggak. Gue nggak akan nyerah. Karena buat gue, kalau cewek cuek berhasil jatuh cinta, maka dia nggak akan pernah main-main." Hal. 122Why? Binta yang masih takut akan sesuatu hal. Masih ragu dengan seseorang yang ia cintai, entah di mana sekarang ia berada, Biru, ya Biru lah sosok itu. Lantas, bagaimana perjuangan Nugraha merebut hati Binta? Apakah Binta jatuh kepelukan Nugraha, si manusia baik, tulus, dan sabar itu? atau malah kepelukan Biru, si puitis, pengertian, yang selalu bersama Binta sejak kecil?Aku gak maksa kamu buat baca bukunya sekarang. Nanti juga gak apa-apa. Nunggu filmnya tayang juga gapapa. Tapi, percaya gak, afdol nya sih sebelum nonton film nya, kamu baca dulu buku ini. Karena gak jarang, film adaptasi buku akan mengambil sisi berbeda dari buku. Wajar. Makanya, supaya kamu gak menebak-nebak, endingnya gimana. Baca bukunya segera yahh!! Aku tunggu kabar seru dari mu!"Berat, Tante, berat sebenarnya. Tapi saya sadar, dengan menyayangi Binta tanpa harapan, saya jadi tidak takut untuk kecewa. Saya tidak takut kalau jawaban dia adalah tidak, karena yang saya mau cuma menyayanginya, karena saya tau selamanya perasaan Binta bukan untuk saya." Hal. 167Kutipan dan Bagian Favorit"Bertahan itu bukan pilihan, tapi keyakinan." Hal. 37"Rasa kecewa mendewasakan manusia, Ta. Dan kalimat barusan bukan untuk dipercaya, tapi untuk dipahami," Hal. 330"Yakin nggak mau? Ini terkenal enak lho, Ta," tanya Nug berusaha menawarkan Binta sekali lagi."Terkenal atau enak?""Makzudnya?""Iya, terkenal karena enak, atau enak jadinya terkenal?""Makzudnya gimana, Ta?""Ngomong sana sama tembok!"Hal. 58Gak tau aku yang selera humor nya kurang atau emang ini jadi salah satu part seru di buku. Bahkan sampai aku ngetik adegan di atas, masih aja aku ketawa duhhhKelebihan1. Novel ini, novel yang seru, lucu dan cukup menarik di Penggunaan bahasa sehari-hari yang pas di baca anak muda era sekarang Model-model teenlit yang pastinya akan menarik perhatian para anak muda. Kekurangan1. Novel, sebuah karya yang muncul bisa dari imajinasi ataupun pengalaman pribadi. Tapi, aku sedikit merasa tokohnya kurang related to life. mungkin ya karena berdasar dari imajinasi atau cmiiw2. Beberapa orang yang kurang suka novel bucin, akan menganggap ini berbelit-belit. But, i like. Justru kadang di situ keseruanya. 3. Menurutku buku ini akan lebih cocok atau nyampe ketika dibaca sama perempuan karena beberapa gombalannya terasa kikuk jika dibaca laki-laki. Ya mungkin karena yang gombalin cowok kali yaAku Rekomendasikan novel ini buat kalian semua yang suka bacaan ringan tapi seru, lucu dan romance banget pastinya. Buku itu, gak bisa terlihat bagus disemua orang. Setiap karya punya penikmatnya masing-masing. Mungkin ada beberapa yang kurang menyukai karya romance ala Ntsana. Mungkin, romance nya mereka berbeda. Dan itu adalah sesuatu hal yang biasa. Temukan nikmat membaca buku ala kamu ya, dan temukan buku yang bisa jadi temanmuPenilaian bintang ⭐⭐🌟 ⍣Thanks!Baca review buku Rintik Sedu lainya Hallo Sobat Kuskus Pintar, artikel kali ini ceritanya saya bakal memberikan review buku. Hayo buku apa? Yup, saya mau memberikan Review Novel Kata karya Rintik Sedu. Judul KATAPenulis Rintik SeduPenerbit GagasmediaTahun terbit 2018Jumlah halaman 389 halamanISBN 978-979-780-932-4Harga P. Jawa Review Novel Kata Pada Sinopsis Tertera di belakang buku Berikut ini cuplikan review novel kata yang dimulai dari sinopsis di belakang buku Nugraha “Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini diluar kendaliku.” Biru “Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu. Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa, lewat sebuah ciuman perpisahan. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangimu lebih baik dariku.” Binta “Cinta pertama seorang perempuan yang didapat dari laki-laki adalah dari ayahnya. Dan cinta pertama itu, telah mematahkan hatiku. Ayahku sendiri membuatku berhenti percaya dengan yang namanya cinta." Menurut saya Jadi, menurut saya review novel kata ini akan bercerita panjang soal kisah asmara anak abege. Sebelumnya jadi kemarin saya pernah googling novel-novel best seller sama si mbah, nah salah satu novel yang banyak muncul ya buku ini "Kata". Pas lihat-lihat awalnya biasa saja, hingga suatu ketika ada salah satu temanku yang berkomentar " baca nih, menarik banget bukunya". Setelah lirik dan lirik, iya bener memang menarik bukunya. Padahal pas pertama lihat sinopsis yang ada di belakang buku, muncul persepsi negatif "Bukunya tentang bucin, saya tidak suka!!". Persepsi negatif itu perlahan hilang bersamaan halaman demi halaman yang saya baca. Novel "Kata" ini bergenre romance yang berkelas, kenapa saya berkata demikian? Karena setelah buanyakk baca novel-novel romance, buku ini sangat apik dengan balutan kata yang menarik. Tentu membuat pembaca merasa pengen lagi dan lagi serta tentunya tidak merasa bosan. Bahkan saya membaca buku ini sangat kilat, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya eh kok malah nyimpang gini. Maksud saya, sangking saya menyukai susunan kata-kata di novel itu maka semakin liar saya melahapnya, tentu tidak butuh waktu lama menghabiskannya. Bocoran sedikit, saya baca buku ini kurang dari seminggu dah kelar gaes hehe. Sayang kan gak ditulis, jadi saya kasih review novel kata ini ke kalian Sebagai seorang penikmata kata-kata, buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca di waktu senggang apalagi pas liburan dengan catatan untuk usia remaja. Buku ini boleh-boleh saja dibaca untuk ukuran dewasa seperti emak-emak atau bapak-bapak, tapi sensasi gregetannya agak kurang dapat. Jadi, mohon maaf untuk yang sudah merasa tidak memiliki gelora remaja harap jangan dibeli takutnya kecewa hehe. Sedikit bocoran isi buku Pada sampul buku kita akan disapa dengan cover yang memanjakan mata. Gambar senja serta dua orang yang duduk menghadap senja sukse menarik perhatian saya. Walaupun sebenarnya kita tidak boleh menilai sesuatu atas sampulnya, tetap saja eye catching itu first impression yang perlu diterima pembeli. Terus pada halaman awal kita disapa dengan kata-kata dari si penulis yang bikin saya lumer. "Untuk yang terjebak di masa lalu, untuk yang sedang melangkah ragu, buku ini akan membantumu beranjak dari kata yang lalu, ke kata yang baru." -Rintik Sedu- Untuk cerita itu sendiri, novel ini menceritakan kehidupan Binta yang merupakan mahasiswa jurusan Ilmu komunikasi. Oiya novel ini berlatar belakang anak kuliahan, jadi cocok banget bagi teman-teman yang tidak menyukai kisah remaja anak SMA ya gitu deh hihi. Lanjut kembali ke cerita, Binta merupakan anak tunggal yang hidup bersama mamanya yang mengidap penyakit skizofrenia. Kemudian, Binta yang sudah lama ditinggal sang Ayah, mulai membenci sosok laki-laki yang akan mendekatinya kecuali sahabatnya dan si biru langit senja. Hingga suatu ketika Nugraha datang dan mengisi hari-hari binta. Bagaimana kelanjutannya? Mohon maaf saya tidak akan spoiler hehe. Menurut saya, penokohan antara Nugraha dan Biru benar-benar dibuat dengan karakter yang memiliki keunikan masing-masing. Biru dengan sejuta puisinya dan Nugraha dengan sejuta romantismenya. Saya sangat suka dengan salah satu kalimat yang berisi "kata-kata" yang di tulis oleh rintik sedu di dalam buku ini, sederhana sarat akan makna. Penasaran? Oke ini kutipannya "Kata. Semua dimulai dari satu kata. Satu kata menjadi satu kalimat. Satu kalimat menjadi satu paragraf. Satu paragraf menjadi satu halaman. Satu halaman menjadi satu bab. Satu bab menjadi satu buku. Dan satu buku itu menjadi satu suara. Mereka harus saling membaca dan saling mendengar. Mereka harus saling menerima dan melepaskan. Mereka membutuhkan sesuatu yang berunsur, mereka butuh sebuah kata, mereka butuh kata-kata untuk menjadi peta dan membebaskan keduanya dari jalur perjalanan yang salah..." Bagus bukan? Selain itu, saya juga menyukai puisi-puisi yang ada di buku ini. Banyak deh menariknya, kalo saya tulis semuanya di review novel kata ini yah jadi enggak asik dong. Spoiler terlalu dalam! Singkat cerita, buku ini menceritkan kisah cinta yang tak melulu ada alasannya. Cinta yang lahir begitu saja dan tak melulu perlu ada tanya serta jawab diantara kita. Ini cerita cinta yang dikemas dengan sederhana. Rintik Sedu, berhasil menuliskan idenya dengan jelas. Namun, tetap saja pribahasa "tak ada gading yang tak retak" mengisi di setiap karya. Ada beberapa kekurangan dari buku ini, menurut saya penokohan Nugraha yang diisi dengan kalimat romantisme terlalu berlebihan. Ya walaupun sebenarnya menarik, tetap saja perlu porsi yang pas agar tidak terkesan memaksa kehendak Nug. Kemudian, akhir dari novel ini juga terkesan dipercepat, kemungkinan dikarenakan buku ini sudah panjang dan perlu ditamatkan hehe. Over all, buku ini tetap menarik untuk dinikmati. Selamat membaca🤗 Note Pict by Membaca tidak harus membeli bukan? Tak punya uang, tetap ada banyak cara untuk membaca. Minjam punya temen misalnya hehe. Ayo gerakan literasi sejak dini! Terima kasih sudah membaca Review Novel Kata karya Rintik Sedu.

resensi novel kata rintik sedu