"Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Matius 15:22. Dalam perjalanan Kekristenan, kita sering kali berpikiran bahwa Tuhan mengabaikan, melupakan, dan bahkan tak mau menjawab doa-doa yang telah sekian lama kita pajatkan.
Dari sekian banyak tokoh-tokoh yang ada dalam kitab suci, kali ini mari kita akan pelajari bersama seorang tokoh wanita, yang namanya terkenal luar biasa, yang seringkali dibaca dan dikhotbahkan terutama dalam ibadah-ibadah natal. Wanita ini adalah Maria, Ibu Tuhan Yesus.
Manusia yang hidup bertumbuh, berakar dan dibangun di dalam Kristus adalah manusia yang mau diajar oleh firman Tuhan. Demikian ujar Pdt Ronny Lumbantobing STh kepada persekutuan kaum Ibu HKBP Palmerah Petamburan Distrik VIII DKI Jakarta pada saat ibadah retreat di Situ Gintung, Banten, pada Kamis (11/10/2018).
Wanita yang cakap adalah wanita yang tak sekedar pandai berdandan, melainkan berbudi pekerti yang baik. "Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata."
1 Petrus 3:5-6a Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Selain sebagai istri dan ibu, Ester juga adalah seorang wanita karier.
Ingatlah, Bahwa Semuanya adalah Tentang Yesus. Perempuan secara luas memiliki kepentingan dan pencarian yang bervariasi. Satu hal yang membawa kita bersama-sama adalah keinginan untuk mengasihi dan menyembah Yesus. Ia adalah pusat ibadah kita, cinta kita, waktu kita, dan energi kita.
.
khotbah untuk ibadah kaum wanita